Daftar Blog Saya

Jumat, 13 Juni 2008

PERKEMBANGAN KERAJAAN HINDU-BUDHA

PERKEMBANGAN KERAJAAN HINDU-BUDHA

DIBERBAGAI WILAYAH INDONESIA

A. KERAJAAN KUTAI (ABAD KE 5 M)

Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia berdiri pada abad tahun 400M. Kutai terletak di Muara Kaman ditepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Yupa adalah tugu yang bertuliskan huruf Pallawa dan dalam bahasa Sanskerta Raja pertama adalah Kadungga dan diganti oleh Aswawarman.

Raja pertama adalah Mulawarman yang pernah menghadiahkan 2000 ekor lembu kepada para Brahmana di Waprakeswara.

B. KERAJAAN TARUMANEGARA (ABAD KE 5 M)

Kerajaan Tarumanegara terletak di lembah singau Cisadane Bogor, Jawa Barat. Raja terbesar adalah Purnawarman. Bukti kerajaan itu terdapat pada 7 buah prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Sansekerta.

Adapun prasasti-prasasti itu yaitu: Tugu, Kebon Kopi, Ciaruteun, Jambu, Pasir Awi, Muara danten, Lebak Munjul. Ditemukan pula cerita yang ditulis oleh Fa-hien, tentang Raja Purnawarman membangun saluran sungai Gomati Kesejahteraan Rakyat.

C. KERAJAAN KALINGGA (ABAD KE 7 M)

Kerajaan Kalingga / Ho-ling berdiri pada abad + 7 terletak di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. Sumber sejarah Kalingga dan berita Cina yang ditulis oleh Hwing-ning. Berita cina tersebut menyebutkan kerajaan itu diperintah Ratu Sima yang terkenal amat keras, disiplin, tegas, adil, jujur dan bijaksana.

Masa pemerintahan Ratu Sima terdapat pendeta Budha bernama Jnanabadra. Ia pernah membantu Pendeta Cina Hwing-ning untuk menerjemahkan Kitab Budha Hinaya ke dalam bahasa Cina.

D. KERAJAAN KANJURUHAN (+ ABAD KE 8 M)

Kerajaan Kanjuruhan terletak di Kanjuruhan Malang Jawa Timur. Berita kerajaan Kanjuruhan dapat diketahui dari Prasasti Dinoyo tahun 760 M yang ditulis dengan huruf Kawi dan Bahasa Sansekerta. Pada prasasti itu raja yang pertama Dewa Simha dan memiliki putra bernama Timwa. Setelah naik takhta ia bergelar Gajayana.

Candi Mendut merupakan sebagai tempat memuja Dewa Agastya (Syiwa) terletak di dewa Badut, Malang, Jawa Timur.

E. KERAJAAN MATARAM KUNO (ABAD KE 8 M)

Kerajaan Mataram Kuono/Mataram Lama berdiri pada abad ke-8, di daerah Kedu, Magelang, Jawa Tengah.

Prasasti-prasastinya antara lain sebagai berikut:

1. Prasasti Canggal tahun 732 M.

2. Prasasti Balitung tahun 907 M.

3. Prasasti Kalasan tahun 776 M.

4. Prasasti Karangtengah 824 M.

Mataram Kuno diperintah oleh Raja Sanna dan digantikan Sanjaya yang dikenal sebagai pendiri dinasti Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram, sang Ratu Sanjaya. Sanjaya diganti oleh Rakai Panangkaran, setelah wafat, Mataram Kuno terpecah menjadi dua, yaitu:

1. Dinasti Syailendra yang beragama Budha, berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan, peninggalan : Candi Borobudur, Mendut, Pawon dan lain-lain.

2. Dinasti Sanjaya, yang beragama Hindu berkuasa di Jateng bagian utara, peninggalan : Candi Gedong Songo, Dieng dan lain-lain.

Perpecahan keluarga disatukan lagi oleh perkawinan Rakai Pikatan dengan Pramodhawardani. Rakai Pikatan wafat, diganti oleh Balitung. Yang termasuk Raja terbesar Mataram Kuno. Kemudian diperintah oleh : Daksa, Tulodhong, Wawa dan Empu Sindok.

Pada masa pemerintahan Empu Sindok tahun 929 M, kemudian dipindah ke Jawa Timur dan sekaligus menandai berakhirnya kerajaan Mataram Lama dan Dinasti Sanjaya.

F. KERAJAAN MEDANG KAMULAN

Pendiri adalah Empu Sindok di Watu Galuh, Jombang, Jawa Timur. Sumbernya dari prasasti Calcutta ditemukan di India. Adapun raja-raja yang pernah memerintah yaitu:

1. Empu Sindok (929 – 947 M)

Ada 2 faktor penyebab pusat pemerintahan dipindah ke Jawa Timur, yaitu:

a. Untuk menghindari ancaman dari Sriwijaya.

b. Sering dilanda bencana alam yaitu letusan gunung Merapi.

Setelah naik tahta, Empu Sindok bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikrama Dharmatunggadewa. Yang dikenal pendiri dinasti Isana.

Ia beragama Hindu tetapi merestui Agama Budha kedalam Kitab Sang Hyang Kamahayanikan, menunjukkan bahwa terjalin kerukunan agama.

2. Dharmawangsa (929 – 947 M)

Bergelar Sri Dharmawangsa Tguh Ananta Wikramatunggadewa. Bercita-cita menguasai pelayaran nusantara.

Berikut usaha yang dilakukan untuk memajukan pemerintahannya:

a. Menguasai daerah pantai Sriwijaya.

b. Menyusun Kitab Undang-undang Siwasasana (991 M)

c. Menerjemahkan Kitab Maharaja kedalam Bahasa Jawa Kuno.

Kekuasaan berakhir setelah terjadi peristiwa Pralaya yaitu gugurnya Dharmawangsa akibat dari serangan Raja Wurawari.

3. Airlangga (1019 – 1041 M)

Setelah naik tahta, ia berusaha menyatukan kembali Medang Kamulan dan ibu kotapun dipindah dari Watan Mas ke Kahuripan.

Usaha yang dilakukan untuk mencapai kemakmuran :

a. Membangun pelabuhan ujung galuh di Surabaya serta Kembang Putih di Tuban.

b. Membangun Tanggul Waringin Sapta untuk menahan luapan sungai Brantas.

c. Mengubah Kitab Arjunawiwaha oleh Empu Kanwa.

Pada tahun 1041 ia turun tahta menjadi pertapa dan mendirikan pusat pertapaan Pucangan di lereng gunung Penanggungan. Ia wafat tahun 1049, dimakamkan di Candi Belahan lereng Gunung Penanggungan. Ia dipatungkan dalam wujud Wisnu yang menunggang garuda.

Sebelum turun tahta, ia membagi kerajaan menjadi 2 yaitu untuk putranya Jenggala dan Panjalu.

a. Jenggala beribukota di Kahuripan, terletak di belahan utara sungai Brantas (Singasari).

b. Panjalu beribukota di Daha, terletak di sebelah selatan sungai Brantas (Kediri).

Terjadi perang saudara setelah Airlangga wafat antara Jenggala dan Panjalu, pada tahun 1116 M muncul kerajaan Kediri.

G. KERAJAAN KEDIRI

Raja yang pernah memerintah:

1. Sri Bameswara (1115 – 1130 M)

Tertulis pada prasasti Pandlegan tahun 1116 M. Candrakapala yaiti tengkorak bertaring diatas bulan sabit.

2. Jayabhaya (1130 – 1160 M)

Yaitu raja terbesar kerajaan Kediri.

3. Kameswara (1190 – 1200 M)

Kitab-kitab sebagai berikut:

a. Kitab Wertasancaya

b. Kitab Smaradhana

c. Kitab Lubdaka

4. Kertajaya/Dandang Gendis (1200 – 1222 M)

Ia adalah raja terakhir.

H. KERAJAAN SINGASARI

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Bharatasana Amurwabumi. Beberapa bangunan candi:

1. Candi Kidal : makam Ken Arok

2. Candi Jago : makan Wisnu Wardhana

3. Candi Singasari : makam Kertanegara

a. Ken Arok (1222 – 1227 M)

Memerintah + 5 tahun dan kemudian dibunuh oleh Anuspati, anak dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

b. Anuspati (1227 – 1248 M)

Memerintah selama + 21 tahun dan mati dibunuh Tohjaya yang anak dari Ken Arok dan Ken Umang,

c. Tohjaya (1248 M)

Menguasai hanya beberapa bulan dan dibunuh oleh Ranggawuri putra Anuspati.

d. Ranggawani (1248 – 1268 M)

Yang bergelar Sri Jaya Wisnu Wardhana kemudian wafat dan diganti oleh putranya Kertanegara.

e. Kertanegara (1269 – 1292 M)

Usaha-usaha yang dilakukan :

1) Pemerintahannya dibantu oleh 3 Mahamenteri :

I-Hino, I-Sirikan, I-Halu.

2) Mengganti para pembantunya yang menentang politiknya.

3) Mengirimkan ekspedisi Pamalayu untuk melemahkan Sriwijaya pada tahun 1297.

4) Mengadakan persahabatan kepada kerajaan Campa.

I. KERAJAAN SRIWIJAYA

Berdiri pada abad ke 7 M di Palembang Sumatera Selatan.

Prasasti-prasastinya yaitu:

1. Prasasti Kedukan Bukti 683 M

2. Prasasti Talang Tuo 684 M

3. Prasasti Telaga Batu

4. Prasasti Kota Kapur 686 M

5. Prasasti Karang Birahi 686 M

6. Prasasti Palas Paseman

7. Prasasti Ligor 775 M

8. Prasasti Nalanda

Setelah itu ditemukan candi Muara Takus di Palembang Sumatera Selatan.

J. KERAJAAN MAJAPAHIT

Kitab-kitabnya :

1. Kitab Pararaton

2. Kitab Sutasoma

3. Kitab Negarakertagama

4. Berita dari Cina oleh Ma Huan

Raja yang pernah memerintah :

a. Raden Wijaya (1293 – 1309 M)

Adalah pendiri Majapahit yang bergelar Sri Kertarajasa Jaya Wardhana memerintah selama + 16 tahun.

Pemberontakan antara lain:

1) Ronggolawe (1295)

2) Sora (1300)

b. Jayanegara (1309 – 1328 M)

Pemberontakan antara lain:

1) Nambi (1316)

2) Kuti dan Semi (1319)

c. Tribhuana Tunggadewi (1328 – 1350 M)

Pernah terjadi pemberontakan Sadeng tahun 1331 dan dipadamkan oleh Gajah Mada dan menjadi Mahapatih di Majapahit. Pada waktu pemerintahan Tribhuana Tunggadewi Patih Gajah Mada mengucapkan sumpah Amukti Palapa yang berisi tidak akan bersenang-senang sebelum nusantara dipersatukan.

d. Hayam Wuruk (1350 – 1389 M)

Ia adalah Raja terbesar dengan Gelar Sri Rajasanegara. Terjadi perang saudara Paregreg atara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi.

Ø Keruntuhan Majapahit

1. Terjadinya perang Paregreg.

2. Pengganti Hayam Wuruk dan Gajah Mada tak ada yang cakap.

3. Banyak daerah taklukan yang melepaskan diri.

4. Masuknya Islam dan kerajaan Demak.

0 komentar: